Terima Kasih telah berkunjung dan membaca tulisan yang sederhana dariku :)

Jumat, 07 Desember 2012

Hujan di sepotong sore yang mendekap sendu

-->

            Sebelas November 2011, itu adalah hari ulang tahun aku dan kamu menjadi satu. Yah menjadi kita. Waktu itu turun hujan. Sungguh hujan selalu ingin mengucapakn selamat jika aku dihempas kebahagiaan dengan menurunkan percikan air satu demi satu yang menjadi pengobat hati bagi jiwa yang sedang terluka, yang menambah kesejukan bagi orang yang sedang dilanda kebahagiaan.
            Kini bayangan masa lalu kembali mengalun indah diotak kecil ku, bergelayut manja seakan tak mau beranjak dari otak kecil ini. Ingatan ku kembali pada satu tahun yang lalu, saat kita menjalin hubungan yang indah, menjalin hubungan yang bukan hanya menjadikan cinta sebagai ajang untuk mengobral sensasi semata, bukan menjadikan cinta sebagai mainan sementara, bukan menjadikan cinta sebagai ajang coba-coba . Coba-coba membuat kamu dan aku saling terluka, membuat aku dan kamu saling merasakan kebahagiaan sesaat……….  Tapi cinta dijadikan sebuah awal  pengertian tentang menyatunya dua pasang hati yang masing-masing pemiliknya memliki sikap dan sifat yang berbeda, yang memiliki kehidupan yang berbeda, tapi dari itu semua dijadikan sebuah kelebihan yang bisa saling mengisi yang bisa saling berbagi satu sama lain, dan tentu saja yang bisa saling mencurahkan kegundahan hati jika dilanda kesedihan dan kegetiran hidup yang pasti pernah dirasakan oleh semua orang……

            Aku serius kamu pun begitu. Kita berbeda dari yang lainnya yang menganggap cinta hanya sebuah perasaan palsu yang tidak memiliki nilai estetika. Hubungan terus berlanjut, rintangan datang silih berganti, tak pernah bosan menguji kita berdua untuk menjadikan sosok yang lebih mengerti dan memahami bagaimana cinta itu sesungguhnya. Bukan hanya persoalan senang-senang, hura-hura sesaat………………..
            Tapi nyatanya kita tak mampu mempertahankan. Aku ternyata bukan orang yang pas untuk dirimu……… tapi itu tak berlangsung lama. Karena setelah berpisah, kita menyadari, kita saling membutuhkan, kita saling merindukan walau saling memungkiri hal yang seharusnya dimengerti bahwa aku dan kamu sulit untuk TAK bersama, dan TAK terpisahkan ………………..
            Kita kembali…. Kamu berubah menjadi orang yang lebih dewasa, aku suka perubahan itu. Kamu lebih mengerti perasaan ku, kamu lebih mengerti setiap arti dari smss yang kuberikan padamu. Aku suka itu. Aku suka perubahanmu. Hari terus berjalan dan merangkai kejadian cantik, hari yang kulalui dengan kau yang kujadikan sandaran hati yang selalu bergeming menggelitik  , dan berharap waktu berhenti, tanpa perlu lagi bergulir.
            Sekarang ada kau yang di ujung hati ini yang membawa silau pelangi indah, ada yang menebarkan kebahagiaan disetiap waktu yang kuselingi tawa, sedih, duka, maupun suka. Tapi ternyata itu tak berlangsung begitu lama, aku tak bisa melihatmu begitu dekat dengan wanita2 yang lain, walauupun kau tak menyimpan perasaan kepada wanita itu, tapi tetap saja dia ada perasaan yang menumbuhkan sepucuk perasaan yang kualami antara kamu dan aku. Dan itu yang merenggut kebahagiaan yang tertata rapi di atasss hati yang selalu menyejukkan merasung relung hati.
            Aku tahu kamu tak akan pernah membiarkan aku berganti dalam singgasana hatimu, Aku percaya padaamu, tapi aku berfikir aku tak akan pernah bisa meneruskan hubungan jika diujung perjalanan sama saja……………. Akan hancur berkeping-keping lebih sakit lebih perihhhh……….  Kini kucoba buang asa dan rindu itu yang kadang pilu mencekat rongga dada.
            Yah itu dan gambaran seperti itu yang  kini menari diotakku, kata-katamu, senyum manismu, tatapan wajah itu akan terus tersimpan, yang kadang mencuat dan menyembul keluar… Ditemani hujan yangmenatapi pilu masa lalu, bagaikan menghibur kekeceweaan jiwa yang renta karena kegagalan dan mengaikibatkan berpisahnya dua hati yang dulu pernah bersama  dan manjadikan beberapa pasangan terpukau karena keseriusan hubungan KITA  ……………
            Aku tahu kau tak akan berganti hati, aku tetap disana, aku tahu engkau, aku tahu sekali bagaimana perasaan yang tulus itu kepadaku…… Terima kasih pernah menjadi hiasan indah disebagian perjalanan hidupku yang panjang. Kuharap engkau akan hadir lagi nanti dengan sosok yang berbeda yang mungkin akan menjadi teman yang lebih baik untuk ku atau menjadi seseorang yang ternyata adalah pilihan Tuhan untukku. Tangan Tuhan akan bermain jika saatnya telah tiba, kita hanya bisa menunggu, dan berdoa………………

Salam dariku yang merindukan ulasan senyum itu, bukan hanya Sekelebat bayangan  disepotong sore ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar