Terima Kasih telah berkunjung dan membaca tulisan yang sederhana dariku :)

Sabtu, 03 Agustus 2013

Menghidupkan Kehidupan

 Kehidupan itu misteri . Kadang membawa suka dan kadang membawa duka dan luka yang mendalam . Hidup ini dipenuhi beraneka macam ciptaan Tuhan . Ada dari mereka yang tulus dalam melakukan suatu perbuatan ,  dan ada juga dari mereka yang bertindak layaknya peribahasa  “ada udang dibalik batu” , berpura-pura dengan ketulusan palsunya membantu sesama , mengasihani sesama , dan mencintai sesama makhluk Tuhan yang pada akhirnya hanya ingin  mencapai satu tujuannya yaitu  kepentingan dirinya sendiri , untuk memenuhi hasrat dan ego mereka masing-masing.
            Kitas harus pandai dalam menghidupi kehidupan kita ! bagaimana tidak ? hidup ini hanya sekali , yang menetukan baik buruknya kehidupanmu adalah dirimu sendiri . Kadang kala kita menghadapi yang namanya cobaan untuk menguji sudah seberapa jaukah tingkat kepandaian kita . Itu adalah PAIN !
            Setiap orang memiliki masalahnya masing-masing , dan juga memiliki solusi untuk menyelesaikannya . Tapi sebagian dari mereka ada yang memiliki pemikiran yang begitu singkat , yang begitu instant , yang begitu mudah , tapi tidak menghasilkan suatu hal yang luar biasa . Semua solusi yang diterapkan seperti itu hanya akan menghasilkan 1 kata dikemudian hari . Itu adalah “PENYESALAN” .

Jumat, 02 Agustus 2013

Penghuni Musholah

                Aku mengenalmu sudah lama , semenjak kita menetap dalam kelas yang sama . Jika bel pulang sekolah berbunyi , aku selalu berharap ada beberapa alasan dan takdir Tuhan agar kita berdua bisa pulang bersama , dan ternyata pada akhirnya kita selalu pulang bersamaan , aku dan kamu berjalan searah . Tapi sayangnya kita berjalan berseberangan , dan yang melakukan hal konyol  itu  salah satu diantara kita berdua . Hmmm aku hanya merasa canggung akan kejadian ini , ternyata semua pikiran yang aku inginkan benar  terjadi seperti sebuah mimpi yang tak pernah kuduga akan menjadi kenyataan .
            Aku betul- betul mengagumi sosokmu yang menjadi penghuni mushollah sekolah . Bagaimana tidak ? hanya sebagian orang yang betah berlama-lama di Mushollah , tapi berbeda dirimu . Kamu senang berdiam lama didalam Mushollah , dan betah berlama-lama berbincang-bincang dengan  Sang  Maha Pencipta disana .
            Dari gedung sekolah akupun betah melihat dirimu yang begitu khusyuk memanjatkan lantunan doa-doa kepada Sang Pencipta dunia ini . Tapi sayangnya , ada segelintir orang yang tak menyukai tindakanmu yang bagi mereka terlalu monoton , terlalu dibuat-buat . Hemmm mereka mengjugdemu Sok Alim , Sok Baik , sok ini dan sok itu . Dan aku tak menyangka , kau membalas mereka dengan senyum indah jika bertemu dengan mereka . Ahh sungguh kamu harus dikategorikan dalam lelaki dengan spesies langkah disekolah ini .

Dari kaka teruntuk dirimu

Aku benar-benar rindu ………………… Sangat rindu ……………… Tapi aku tak bisa merobohkan dinding pemisah yang begitu kuat . Hmmm, alam yang berbeda . Sungguh dinding pemisah yang mengambil kebahagian dalam sekejap mata.
                Kau tahu ? Aku sudah memikirkan hal-hal yang dapat kita lakukan disini, bercanda, menasehatimu , memberikan makanan yang kumakan untukmu, meminjamkan barang-barangku untukmu, bercerita denganmu, perkelahian konyol yang membawa kita semakin dekat  dan masih banyak lagi hal-hal yyang telah kurencanakan. Tapi itu semua hanya sebuah rencana yang kini tidak akan pernah terwujud sampai diriku menutup mata .
                Dulu aku tidak pernah cemas , tidak pernah risau karena ada dirimu yang menjaga aku dan Umi . Yang menjadi sosok pemimpin didalam keluarga . Tapi sekarang aku harus kuat dan bisa menjaga diri sendiri dan menggantikanmu untuk menjaga Umi.
                Setiap ada masalah aku tak pernah begitu mengkhawatirkannya , karena ada kamu . Ada kita yang akan melaluinya  bersama-sama . Aku begitu merasakannya . Jika masalah datang , aku tak pernah sendiri , ada kamu yang membantuku, membuatku merasa “tenanglah kak, kita berdua pasti bisa menyelesaikannya, jangan kuatir” .
                Biarpun kamu telah tiada , aku akan tetap menjalankan tugasku sebagai seorang kakak yang begitu menyanyangimu , Hadiahku untuk ulang tahunmu yang ke-16 adalah doa yang selalu kupanjatkan untukmu . Semoga kau bahagia dengan kado pemberianku. Aku akan memberikanmu hadiah setiap harinya , kado untukmu yang telah menjaga Umi saat aku tak berada bersama kalian , kado untukmu yang telah menjadi adik yang sabar dalam menghadapi kakak sepertiku . Terima kasih telah menjadi adik untukku , yang pernah memberikan canda dan tawa didalam hidupku . Terima kasih . . . . .


Dari kakak yang betul-betul merindukanmu L

AKU TELAH BERBEDA

Aku duduk dipojok teras rumah , pandanganku tertuju pada langit malam , saat itu hanya ada beberapa bintang . Awanku tak menebarkan bintang kejoranya malam ini . Tak seperti malam-malam biasanya . Kuingat kembali beberapa potong kalimat yang mengambil alih sebagian isi otakku . “Aku menyesal pernah menyakitimu , menyesal karena waktuku bersamamu terbuang percuma , kini aku mengerti betapa pentingnya dirimu didalam setiap detik-detik kehidupanku . Yang selalu ada untukku saat semua orang tak pernah melihat keberadaanku , yang memberikan beberapa ulasan senyuman disaat senyum itu  benar-benar  tak mau keluar dari kedua sudut bibirku . Aku benar-benar menyesal”.

            Kalimat itu ……. Untuk apa mengeluarkan kalimat- kalimat yang takkan pernah bisa mengembalikan keadaan seperti semula . Aku  tidak bisa lagi berada disisimu . Kini aku menjadi orang yang berbeda . Menjadi orang yang lebih kuat , menjadi orang yang mengerti bahwa kamu tidaklah sebaik yang aku pikirkan . Dulu aku memikirkan betapa kamu sosok yang bisa memberikan beberapa macam kebahagiaan , tapi ternyata yang kau berikan tak lain adalah sakit yang membuatku tak bisa kembali menjadi sosok yang dulu begitu mencintaimu . Benar , kini aku telah berbeda , aku sudah bisa hidup tanpa ada sosok dirimu disepanjang hari dan waktuku .

            Tiada guna untuk menyesali semua yang telah terjadi . Kamu pasti akan mendapatkan sosok yang lebih pantas kau cintai daripada aku . Aku telah memaafkanmu jauh sebelum dirimu menyesali semua yang telah terjadi . Tapi tidak untuk kembali padamu . Maafkan aku yang tidak bisa kembali disisimu seperti sedia kala . Aku sudah bahagia dengan kehidupanku sekarang ini . Maafkan aku . . . . . .
               Dari wanita yang pernah mengisi
                                                                                                 Beberapa kisah didalam kehidupanmu L 

teka teki untukku

Perasaan yang mengudara , tanpa bisa disentuh tapi bisa dirasakan kehadirannya . Aku mengungkapkannya melalui beberapa baris kata lewat tuts-tuts laptop ku saat inii . Entah mengapa aku lebih suka mengedarkan perasaanku seperti ini . Menyatakannya seperti ini .

                Aku hanya berfikir bagaimana diriku 10 tahun kedepan ? jadi apa diriku nantinya ? Apakah aku masih bisa menghirup udara yang saat ini masih bisa kuhirup , apakah aku bisa memberikan beberapa ulas senyuman diwajah kedua orang tuaku ataukah sebaliknya ? dan yang paling penting , apakah aku bisa menjadi wanita sholeha yang Allah SWT inginkan ? apakah bisa aku menjadi seperti itu ? Selalu bisa menjaga cintaku kepada Sang Maha Pencipta , Maha Melihat , lagi Maha penyanyang !

                Aku takut tak bisa melakukan hal-hal itu . Aku sangat takut . Bagaimana jika yang terjadi malah sebaliknya ? Oh Tuhan sungguh hal itu adalah ketakutan yang mendera-dera bagiku.

                Aku hanya menginginkan petunjuk-Mu, kasih dan sayang-Mu . Sungguh . Aku ingin hidup dengan berbagai rasa cinta dan mencintai disekelilingku .


Teruntukmu Allah yang menciptkanku J

Pengobat sekaligus Penyakit untuk hatiku




Assalamu Alaikum Wr . Wb
            Terima kasih buat para pembaca yang nyempetin baca beberapa potong kalimat ini .

            Kini dirimu kulihat dalam kejauhan . Diam dalam jarak yang beradu sengit . Aku tak pernah bisa menghapus ini . Menghapus semacam “gangguan” yang menyenangkan . Sudah 5 tahun kau tetap berada didalam sini . Didalam hati ini . Sudah banyak yang singgah tepat ditempat dirimu berada . Tapi tak satupun yang bisa sepertimu . Menetap selama 5 tahun dihati ini .

            Kenangan bersamamu bagaikan hadiah jika diri ini dalam kesedihan . Kau selalu saja menjadi pengobatnya padahal kau juga yang menjadi penyakitnya . Benar-benar aneh .

            Sampai saat ini memori otakku masih tetap menyimpan semua tentangmu .5 tahun silam , Kau duduk dibarisan ketiga . dan aku tepat dibelakangmu . Bisa melihatmu dari sudutku  memberikan kebahagian tersendiri . Tawamu , Senyummu, Keseriusanmu , Gerak gerikmu yang selalu khas bagiku . Dari sini aku memandangmu dan membuat kedua bola mataku bereaksi dengan cepat dan memberikan jawaban betapa aku tak ingin melewatkan kebahagiaanku sedetikpun . Aku mengerti kalau kamu salah satu alasan aku untuk selalu tersenyum ^^ .

            Maaf aku hanya membalut perasaan ini dengan rapi . Aku tak ingin engkau mengetahui bahwa kau telah menyita hampir seluruh waktuku hanya untuk membayangkan sosokmu . Jika kau adalah jodoh untukku Tuhan pasti telah menyiapkan waktu dimana aku dan kamu bersama . Saling menyanyangi .

Selasa, 15 Januari 2013

Sehelai sakit yang merengkuh erat



                Semua telah berakhir . Kita telah berakhir , tapi perasaanku terhadapmu takkan pernah usam terbakar waktu. Aku terlalu jahat jika begitu saja mendapatkan pengganti dirimu . Aku telah melakukan kesalahan yang telah menorehkan luka didalam hatimu yang dulu tulus mencintaiku . Tapi inilah yang terbaik menurutku . Aku tak pernah tahu apakah luka yang telah kutorehkan akan terhapus seiring masa yang berjalan mengalun pelan . Kini aku dan kamu memiliki jalan setapak yang berbeda,  kita telah usai menjadi KITA . Yang kutau kau begitu membenciku yang tak menghargai perasaanmu . Semua ini kulakukan demi kita berdua . Aku yakin jika kau telah mendapatkan penggantiku, kau akan menghapus semua kenangan yang pernah kita ukir indah dulu .

       Seandainya kau tahu kutak ingin kau pergi meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu, seandainya kau tahu aku kan selalu cinta jangan kau lupakan kenangan kita selama ini lirik lagu yang hanya ingin kau tahu . Kini dadaku terasa sakit, terlalu mencekat, membuat air mataku keluar berhamburan . Kalimat yang kau posting “DYA MENGKHIANATIKU , TETAPI AKU TELAH MENDAPATKAN PENGGANTI DIRINYA YANG LEBIH BAIK” . Ini semua ulahku yang sengaja membuatmu berfikir kalau aku telah menduakanmu . Tapi kenyataannya TIDAK . Aku tak pernah melakukan itu. Tahukah kau saat kita masih menjadi kita aku selalu berusaha untuk membuat kau bahagia , membuat kau nyaman berada dan menjadi pengisi hatiku saat itu ? Aku selalu menjaga perasaan itu, walau kini kau telah mendapatkan yang lebih baik dariku . Cinta tak harus memiliki, dan kalimat itu harus kugenggam saat ini . Melihatmu dari kejauhan, menatap gerak-gerikmu dari balik layar itu sangat menyakitkan . 
           Tapi apalah dayaku ? . Semua ini sudah keputusanku . kucoba untuk menanggung semua  resiko termasuk melihatmu bahagia BERSAMANYA .
Sekarang kumulai jalani hari-hari tanpa kehadiranmu, tanpa dirimu. Sekarang sumber kebahagiaan itu bukan lagi dari dan untukku, tapi untuk DIRINYA . Maafkan aku yang pernah membuat luka dan membuat senyummu yang dulu telah raib karenaku .

Untukmu sosok yang pernah menjadi sumber senyuman dan kebahagiaanku