Aku duduk dipojok teras rumah , pandanganku
tertuju pada langit malam , saat itu hanya ada beberapa bintang . Awanku tak
menebarkan bintang kejoranya malam ini . Tak seperti malam-malam biasanya .
Kuingat kembali beberapa potong kalimat yang mengambil alih sebagian isi otakku
. “Aku menyesal pernah menyakitimu , menyesal karena waktuku bersamamu terbuang
percuma , kini aku mengerti betapa pentingnya dirimu didalam setiap detik-detik
kehidupanku . Yang selalu ada untukku saat semua orang tak pernah melihat
keberadaanku , yang memberikan beberapa ulasan senyuman disaat senyum itu benar-benar
tak mau keluar dari kedua sudut bibirku . Aku benar-benar menyesal”.
Kalimat
itu ……. Untuk apa mengeluarkan kalimat- kalimat yang takkan pernah bisa
mengembalikan keadaan seperti semula . Aku
tidak bisa lagi berada disisimu . Kini aku menjadi orang yang berbeda .
Menjadi orang yang lebih kuat , menjadi orang yang mengerti bahwa kamu tidaklah
sebaik yang aku pikirkan . Dulu aku memikirkan betapa kamu sosok yang bisa
memberikan beberapa macam kebahagiaan , tapi ternyata yang kau berikan tak lain
adalah sakit yang membuatku tak bisa kembali menjadi sosok yang dulu begitu
mencintaimu . Benar , kini aku telah berbeda , aku sudah bisa hidup tanpa ada
sosok dirimu disepanjang hari dan waktuku .
Tiada
guna untuk menyesali semua yang telah terjadi . Kamu pasti akan mendapatkan
sosok yang lebih pantas kau cintai daripada aku . Aku telah memaafkanmu jauh
sebelum dirimu menyesali semua yang telah terjadi . Tapi tidak untuk kembali
padamu . Maafkan aku yang tidak bisa kembali disisimu seperti sedia kala . Aku
sudah bahagia dengan kehidupanku sekarang ini . Maafkan aku . . . . . .
Dari wanita yang pernah mengisi
Beberapa kisah didalam
kehidupanmu L
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar