Terima Kasih telah berkunjung dan membaca tulisan yang sederhana dariku :)

Jumat, 02 Agustus 2013

Penghuni Musholah

                Aku mengenalmu sudah lama , semenjak kita menetap dalam kelas yang sama . Jika bel pulang sekolah berbunyi , aku selalu berharap ada beberapa alasan dan takdir Tuhan agar kita berdua bisa pulang bersama , dan ternyata pada akhirnya kita selalu pulang bersamaan , aku dan kamu berjalan searah . Tapi sayangnya kita berjalan berseberangan , dan yang melakukan hal konyol  itu  salah satu diantara kita berdua . Hmmm aku hanya merasa canggung akan kejadian ini , ternyata semua pikiran yang aku inginkan benar  terjadi seperti sebuah mimpi yang tak pernah kuduga akan menjadi kenyataan .
            Aku betul- betul mengagumi sosokmu yang menjadi penghuni mushollah sekolah . Bagaimana tidak ? hanya sebagian orang yang betah berlama-lama di Mushollah , tapi berbeda dirimu . Kamu senang berdiam lama didalam Mushollah , dan betah berlama-lama berbincang-bincang dengan  Sang  Maha Pencipta disana .
            Dari gedung sekolah akupun betah melihat dirimu yang begitu khusyuk memanjatkan lantunan doa-doa kepada Sang Pencipta dunia ini . Tapi sayangnya , ada segelintir orang yang tak menyukai tindakanmu yang bagi mereka terlalu monoton , terlalu dibuat-buat . Hemmm mereka mengjugdemu Sok Alim , Sok Baik , sok ini dan sok itu . Dan aku tak menyangka , kau membalas mereka dengan senyum indah jika bertemu dengan mereka . Ahh sungguh kamu harus dikategorikan dalam lelaki dengan spesies langkah disekolah ini .

            Keadaan disekolah semakin memburuk , semakin banyak yang tak menyukai sosokmu yang telalu sok dimata mereka . Aku merasa iba terhadapmu , tak ada yang bisa aku lakukan , maaf aku hanya bisa membantumu dalam kesembunyianku dari mereka yang tak berperasaan .
            Aku benar-benar menyukaimu , ditambah dirimu yang selalu ingin membantuku menjadi orang yang lebih baik, yang ingin melihatku bahagia dan ternsenyum senang , yah walaupun kadang-kadang itu terlalu berlebihan dimataku , tapi pada akhirnya aku menyukai tingkah lucu dan segala keseriusanmu terhadapku .
            Time goes by fast dan desas desus yang kudengar kalau kau menyukaiku dan juga menyukai temanku . Saat itu aku bingung , dan mulai menjauhimu . Aku menjauh darimu bukan karena aku berhenti menyukaimu , tapi karena kabar bahwa kau juga menyukai seorang wanita yang tak lain adalah teman sekelas kita .
            Kau mulai bingung dengan tingkahku yang tak seperti dulu , hmmm aku melakukannya karena aku tak ingin terjebak dengan perasaan yang semakin mendalam terhadapmu . Aku tahu berita hanyalah sekedar berita ,seperti kabut yang kaku yang samar-samar dalam kehadiran kita disekelilingnya . Aku tak berani mengungkapkan perasaanku kepadamu , aku kini melihatmu dari balik hatiku yang sesungguhnya masih menyanyangimu .
            Tuhan tahu segalanya . Aku menyerahkannya kepada Allah SWT . Dialah yang memegang seluruh perasaan umatnya . Walaupun sampai kini aku masih belum mengetahui perasaanmu terhadaapku , tapi aku tetap mempercayai janji Allah kepada hambanya . “Semua akan indah pada waktunya , dan jika saatnya tiba, kalian akan tersenyum bahagia atas kesabaran yang telah kau tanam .
            Aku rasa Kau tak perlu tahu perasaanku . Tapi aku akan tetap pada perasaaanku ini . Aku tetap menyukaimu walau jarak menjadi dinding pembatas bagi perasaanku terhadapmu , walau rindu yang kadang datang menjadi segumpulan remah-remah yang tak terlihat dan menyatu dengan udara yang tak diketahui keberadaanya tapi dirasakan kehadirannya .

Untuk Lelaki yang akan menjadi

Imam yang baik untuk wanitamu kelak J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar