Aku mengenalmu sudah lama , semenjak kita
menetap dalam kelas yang sama . Jika bel pulang sekolah berbunyi , aku selalu
berharap ada beberapa alasan dan takdir Tuhan agar kita berdua bisa pulang
bersama , dan ternyata pada akhirnya kita selalu pulang bersamaan , aku dan
kamu berjalan searah . Tapi sayangnya kita berjalan berseberangan , dan yang
melakukan hal konyol itu salah satu diantara kita berdua . Hmmm aku
hanya merasa canggung akan kejadian ini , ternyata semua pikiran yang aku
inginkan benar terjadi seperti sebuah
mimpi yang tak pernah kuduga akan menjadi kenyataan .
Aku betul- betul mengagumi sosokmu
yang menjadi penghuni mushollah sekolah . Bagaimana tidak ? hanya sebagian
orang yang betah berlama-lama di Mushollah , tapi berbeda dirimu . Kamu senang
berdiam lama didalam Mushollah , dan betah berlama-lama berbincang-bincang
dengan Sang Maha Pencipta disana .
Dari gedung sekolah akupun betah
melihat dirimu yang begitu khusyuk memanjatkan lantunan doa-doa kepada Sang
Pencipta dunia ini . Tapi sayangnya , ada segelintir orang yang tak menyukai
tindakanmu yang bagi mereka terlalu monoton , terlalu dibuat-buat . Hemmm
mereka mengjugdemu Sok Alim , Sok Baik , sok ini dan sok itu . Dan aku tak
menyangka , kau membalas mereka dengan senyum indah jika bertemu dengan mereka
. Ahh sungguh kamu harus dikategorikan dalam lelaki dengan spesies langkah
disekolah ini .
Keadaan disekolah semakin memburuk ,
semakin banyak yang tak menyukai sosokmu yang telalu sok dimata mereka . Aku
merasa iba terhadapmu , tak ada yang bisa aku lakukan , maaf aku hanya bisa
membantumu dalam kesembunyianku dari mereka yang tak berperasaan .
Aku benar-benar menyukaimu ,
ditambah dirimu yang selalu ingin membantuku menjadi orang yang lebih baik,
yang ingin melihatku bahagia dan ternsenyum senang , yah walaupun kadang-kadang
itu terlalu berlebihan dimataku , tapi pada akhirnya aku menyukai tingkah lucu
dan segala keseriusanmu terhadapku .
Time goes by fast dan desas desus
yang kudengar kalau kau menyukaiku dan juga menyukai temanku . Saat itu aku
bingung , dan mulai menjauhimu . Aku menjauh darimu bukan karena aku berhenti
menyukaimu , tapi karena kabar bahwa kau juga menyukai seorang wanita yang tak
lain adalah teman sekelas kita .
Kau mulai bingung dengan tingkahku
yang tak seperti dulu , hmmm aku melakukannya karena aku tak ingin terjebak
dengan perasaan yang semakin mendalam terhadapmu . Aku tahu berita hanyalah
sekedar berita ,seperti kabut yang kaku yang samar-samar dalam kehadiran kita
disekelilingnya . Aku tak berani mengungkapkan perasaanku kepadamu , aku kini
melihatmu dari balik hatiku yang sesungguhnya masih menyanyangimu .
Tuhan tahu segalanya . Aku
menyerahkannya kepada Allah SWT . Dialah yang memegang seluruh perasaan umatnya
. Walaupun sampai kini aku masih belum mengetahui perasaanmu terhadaapku , tapi
aku tetap mempercayai janji Allah kepada hambanya . “Semua akan indah pada
waktunya , dan jika saatnya tiba, kalian akan tersenyum bahagia atas kesabaran
yang telah kau tanam .
Aku rasa Kau tak perlu tahu
perasaanku . Tapi aku akan tetap pada perasaaanku ini . Aku tetap menyukaimu walau
jarak menjadi dinding pembatas bagi perasaanku terhadapmu , walau rindu yang
kadang datang menjadi segumpulan remah-remah yang tak terlihat dan menyatu dengan
udara yang tak diketahui keberadaanya tapi dirasakan kehadirannya .
Untuk Lelaki yang akan menjadi
Imam yang baik untuk wanitamu kelak J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar