Semua telah berakhir . Kita telah berakhir
, tapi perasaanku terhadapmu takkan pernah usam terbakar waktu. Aku terlalu
jahat jika begitu saja mendapatkan pengganti dirimu . Aku telah melakukan
kesalahan yang telah menorehkan luka didalam hatimu yang dulu tulus mencintaiku
. Tapi inilah yang terbaik menurutku . Aku tak pernah tahu apakah luka yang
telah kutorehkan akan terhapus seiring masa yang berjalan mengalun pelan . Kini
aku dan kamu memiliki jalan setapak yang berbeda, kita telah usai menjadi KITA . Yang kutau kau
begitu membenciku yang tak menghargai perasaanmu . Semua ini kulakukan demi
kita berdua . Aku yakin jika kau telah mendapatkan penggantiku, kau akan
menghapus semua kenangan yang pernah kita ukir indah dulu .
Seandainya kau
tahu kutak ingin kau pergi meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu,
seandainya kau tahu aku kan selalu cinta jangan kau lupakan kenangan kita
selama ini lirik lagu yang hanya ingin kau tahu . Kini dadaku terasa sakit,
terlalu mencekat, membuat air mataku keluar berhamburan . Kalimat yang kau
posting “DYA MENGKHIANATIKU , TETAPI AKU TELAH MENDAPATKAN PENGGANTI DIRINYA
YANG LEBIH BAIK” . Ini semua ulahku yang sengaja membuatmu berfikir kalau aku
telah menduakanmu . Tapi kenyataannya TIDAK . Aku tak pernah melakukan itu.
Tahukah kau saat kita masih menjadi kita aku selalu berusaha untuk membuat kau
bahagia , membuat kau nyaman berada dan menjadi pengisi hatiku saat itu ? Aku
selalu menjaga perasaan itu, walau kini kau telah mendapatkan yang lebih baik
dariku . Cinta tak harus memiliki, dan kalimat itu harus kugenggam saat ini .
Melihatmu dari kejauhan, menatap gerak-gerikmu dari balik layar itu sangat
menyakitkan .
Tapi apalah dayaku ? . Semua ini sudah keputusanku . kucoba untuk
menanggung semua resiko termasuk
melihatmu bahagia BERSAMANYA .
Sekarang kumulai
jalani hari-hari tanpa kehadiranmu, tanpa dirimu. Sekarang sumber kebahagiaan
itu bukan lagi dari dan untukku, tapi untuk DIRINYA . Maafkan aku yang pernah
membuat luka dan membuat senyummu yang dulu telah raib karenaku .
Untukmu sosok yang pernah menjadi sumber senyuman dan
kebahagiaanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar